detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Menghadapi Anggapan Punya Orientasi Seks Menyimpang

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 23/05/2017 16:19 WIB
Menghadapi Anggapan Punya Orientasi Seks Menyimpang  Foto: thinkstock
Jakarta, Mbak Wulan, saya mohon solusi. Saya punya teman dekat wanita, akhir-akhir ini dia curiga dengan saya, karena saya kerap kali mengajak banyak laki-laki untuk duet dalam music project saya. Katanya laki-laki yang saya ajak itu kebanyakan memiliki orientasi seks yang menyimpang, ia menyebutnya 'dedek-dedek gemes', ia pun mengira saya juga begitu.

Ya sejauh ini saya normal-normal saja, masih suka kok dengan lawan jenis. Tapi apakah saya salah dengan apa yang saya lakukan? Mudah-mudahan Mbak Wulan paham dengan apa yang saya maksud. Demikian, terimakasih banyak. Salam, Topan.

Topan (Laki-laki, 30 tahun)

Jawaban

Dear Mas Topan,

Jika yang Anda maksud salah atau benar untuk mengajak laki-laki untuk duet dalam proyek Anda, yang bisa menjawab adalah Anda sendiri. Setiap orang tentu berhak menemukan pasangan duet yang memang dianggap profesional di bidangnya. Anda bisa melakukan evaluasi mengenai bagaimana cara Anda memilih pasangan duet Anda.

Misalnya, atas dasar apa saja Anda memutuskan seseorang untuk menjadi partner duet Anda? Karena memang kemampuannya dalam bermusik kah? Dalam berinteraksi kah? Karena jenis kelaminnya kah? Atau ada alasan lainnya yang memang tidak ada hubungannya dengan musik? Anda yang memiliki jawaban-jawaban ini tentunya.

Di sisi lain, sebaiknya tanyakan juga kepada teman dekat Anda, apa yang membuat ia berpikir bahwa Anda memiliki orientasi seks menyimpang? Barangkali ada pertimbangan sendiri yang membuat ia menganggap Anda seperti 'dedek-dedek gemes' tersebut. Ingat, hal yang dilihat bisa sama, tetapi persepsinya bisa berbeda di setiap orang.

Lakukan klarifikasi terlebih dahulu. Barangkali memang ada perilaku lain yang ia amati yang membuat ia berpikir demikian. Jika tidak sesuai, bisa langsung Anda klarifikasi, bukan? Kalaupun ia tidak menerima klarifikasi Anda, itu adalah hak teman Anda untuk berpendapat, barangkali Anda berdua memang melihatnya dari sudut pandang yang berbeda dan tidak perlu menjadikan hal tersebut sebagai perdebatan.

Tidak jarang ada pemahaman yang keliru bahwa bergaul dengan orang yang memiliki orientasi berbeda, membuat kita juga akan jadi seperti mereka. Tidak hanya terkait dengan seks saja, tetapi juga untuk banyak hal lainnya. Analoginya seperti ini, jika Anda memiliki banyak teman perempuan, apakah berarti Anda juga akan membuat Anda menjadi seorang perempuan?

Semoga jawabannya bisa membantu ya. Sukses untuk proyek musik Anda.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit