detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Menghadapi Istri yang Sedang Marah

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 07/04/2017 18:05 WIB
Menghadapi Istri yang Sedang MarahFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Yang terhormat, Mbak Wulan. Saya dan istri adalah pasangan yang baru menikah. Karena tuntutan kerja saya harus meninggalkan istri di rumah selama beberapa waktu.

Komunikasi kami lakukan lewat telpon dan aplikasi messaging lainnya. Kendala yang kami hadapi adalah ketika kami bertengkar. Kemarin saat saya menelepon istri, kami merencanakan untuk membeli sebuah aset. Saya kemudian menanyakan tentang pengelolaan uang yang dipegang oleh istri setelah kami menikah.

Karena pertanyaan itu, istri akhirnya menceritakan sesuatu yang selama ini ditutupinya dari saya tentang usahanya di luar rumah. Tidak ada yang salah dengan usaha tersebut namun saya hanya meminta penjelasan yang detail dari istri. Bukannya menjelaskan, istri malah marah kepada saya dan mengancam saya kalau terus-terusan bertanya dia akan meminum racun di rumah. Saat itu istri saya menangis dan kemudian menelepon teman dekat prianya untuk curhat dan meminta perhatian sampai temannya tersebut datang ke rumah. Saat itu saya masih bisa melarangnya untuk menemui temannya itu.

Jujur Mbak saya sudah bilang ke istri bahwa saya tidak suka dia seperti itu dan saya tidak akan pernah mengizinkannya. Kemarin adalah permintaan saya yang ke dua kepada istri untuk tidak curhat sembarangan apalagi dengan laki-laki.

Mbak, kalau seperti itu apakah istri saya masih menyembunyikan sesuatu dan apakah istri curhat dengan teman dekat prianya itu tidak menjadi masalah? Sebab yang saya baca, bila seseorang berteman dengan lawan jenis akan tercipta rasa sayang dan ingin memeliki. Mohon pencerahannya ya Mbak, terimakasih.

Fajri (Laki-laki, 27 tahun)

Jawaban

Dear Bapak Fajri,

Menyembunyikan masalah finansial kepada pasangan sebenarnya merupakan hal yang banyak terjadi di dalam perkawinan. Alasannya beragam, mulai dari tidak nyaman meminta pada suami untuk membeli kebutuhan pribadi sampai masalah ketidakmampuan untuk mengelola keuangan yang mengakibatkan adanya hutang, dsb.

Kalau menurut Anda, apa yang membuat pasangan merasa perlu menyembunyikan hal ini dari Anda? Sepengetahuan Anda, pada hal apalagi biasanya istrinya tidak menceritakan semua kepada Anda? Ada beberapa pasangan yang menutupi sesuatu karena khawatir dengan respon dari pasangannya. Misalnya, khawatir karena jika bercerita, pasangan biasanya marah, dsb. Jika ini yang terjadi, kabar baiknya adalah perubahan bisa dimulai dari Anda untuk lebih waspada terhadap bagaimana respon Anda ketika istri bersikap terbuka atau jujur.

Di sisi lain, adanya ancaman bunuh diri memang membuat masalah ini bisa menjadi kompleks, apalagi posisi Anda saat ini jauh dan tidak bisa secara langsung mengantisipasi jika ancaman tersebut benar-benar dilakukan. Apakah ada pola dimana istri mengancam untuk melukai dirinya sendiri (atau ancaman dalam bentuk lain), saat ia merasa ditekan atau menghadapi permasalahan atau saat tidak mendapatkan perhatian Anda? Biasanya hal ini sudah bisa terlihat sejak di masa pacaran.

Terkait dengan teman prianya, kemungkinan perselingkuhan terjadi tentu saja ada, sama besarnya dengan kemungkinan bahwa memang tidak akan terjadi apa-apa di antara mereka. Ketimbang berasumsi, bagaimana jika kita memfokuskan diri pada kemungkinan apa yang membuat pasangan mencari teman curhat lain, bukan kepada Anda?

Dari sekilas cerita Anda, saya menangkap adanya kebutuhan secara emosional yang besar dari pasangan Anda. Bagaimana respons istri ketika sedang berjauhan dengan Anda? Apakah Anda melihat ia selalu memiliki kebutuhan untuk memiliki teman untuk bercerita? Seberapa besar ketergantungan secara emosional kepada orang lain? Seberapa besar kebutuhannya untuk diperhatikan oleh orang lain? Jika memang benar kebutuhan pasangan ini besar, kedekatan ia dengan teman prianya bisa jadi dilakukan karena adanya kebutuhan akan dukungan emosional secara langsung atau bisa jadi malah untuk menarik perhatian Anda.


Hubungan perkawinan dengan adanya ancaman dan dependensi emosional dapat membuat adanya relasi yang tidak sehat, meskipun setiap ancaman bunuh diri tidak bisa diabaikan. Untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi dalam hubungan Anda dan pasangan seperti ini tentu membutuhkan asesmen yang mendalam. Perlu adanya penilaian lebih lengkap yang mencakup kondisi pribadi masing-masing, pengalaman yang menyebabkan trauma, interaksi antar anggota keluarga termasuk keluarga lainnya yang menjadi sistem pendukung. Dengan demikian, bisa diperkirakan masalah apa yang melandasi istri bersikap demikian.

Ada baiknya Anda dan pasangan melakukan konsultasi dengan profesional seperti Psikolog Klinis Dewasa untuk memetakan permasalahan secara komprehensif dan menemukan langkah-langkah antisipasi yang bisa dilakukan ke depannya.

Sementara Anda masih berjauhan, jika memungkinkan, buat kondisi dimana pasangan merasa nyaman menjadikan Anda sebagai tempat berceritanya. Minta juga bantuan dari anggota keluarga yang Anda dan istri percaya untuk menjadi teman curhatnya. Mendorong istri untuk melakukan kegiatan yang ia senangi yang bisa membuat ia memiliki kegiatan sementara waktu Anda masih berjauhan atau saat Anda tidak bisa menghubungi karena tuntutan pekerjaan.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit