detikhealth

Mahasiswa Prancis Tertarik Pelajari Khasiat Jamu di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Jumat, 31/03/2017 11:33 WIB
Mahasiswa Prancis Tertarik Pelajari Khasiat Jamu di SemarangFoto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang, Khasiat jamu Indonesia ternyata cukup terkenal di mancanegara, bahkan seorang mahasiswa dari Prancis datang ke Jawa Tengah untuk mempelajari obat herba tradisional tersebut. Mahasiswa bernama Clement Hugueta itu ingin menjalankan riset farmasi dengan pengobatan tradisional.

Clement merupakan mahasiswa Universite Medecine et Pharmacie Poiters France dan sudah berada di Indonesia sekitar 6 bulan. Untuk memenuhi risetnya, ia memilih pabrik jamu PT Sido Muncul yang memiliki laboratorium lengkap untuk penelitian.

"Saya tertarik dengan pengobatan tradisional yang ada di Indonesia. Ini hal baru bagi saya," kata Clement di laboratorium PT Sido Muncul, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/3/2017).

Ia sudah lama mempelajari soal farmasi dan ingin mendalami pengobatan tradisional salah satunya jamu. Clement berencana ilmu yang didapat akan dikembangkan di negara asalnya.

"Saya akan coba mempraktikan metode jamu ini di negara saya," pungkasnya.

Mahasiswa Prancis pelajari jamuMahasiswa Prancis pelajari jamu Foto: Angling Adhitya Purbaya
Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat sempat menyebut jika berminat, Clement bisa mencoba bekerja di tempatnya. Tapi Clement belum akan mengambil tawaran itu karena ingin memulai karir terlebih dulu di negaranya bahkan mungkin mendirikan perusahaan obat tradisional di Prancis.

"Iya tadi beliau mengatakan itu, saya belum tahu nantinya. Tapi mungkin saya akan memulai karir di negara saya dulu, mengembangkan ilmu kesehatan di Prancis," tandas Clement.

Peneliti bidang farmasi itu mengaku senang mempelajari jamu di Indonesia, namun ia juga berkeinginan mempelajari obat tradisional dari berbagai dunia. Sehingga setelah Indonesia, kemungkinan ia akan terbang ke negara lain untuk penelitian.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Manusia Makan Rumput?

"Saya akan kembali ke Prancis, dan mungkin akan mencari pengalaman lain ke Inggris, Amerika, atau negara lainnya," pungkas Clement.

Sementara itu Irwan Hidayat mengatakan Clement bukan mahasiswa Prancis pertama yang datang ke pabriknya untuk meneliti jamu. Tahun 2015 lalu tiga mahasiswi dari Prancis juga melakukan penelitian yang sama.

"Ini mahasiswa yang keempat. Dia sekarang dikasih tugas sama kita menganalisa. Dari kita yang kasih asistensi," kata Irwan.

Mahasiswa Prancis pelajari jamuMahasiswa Prancis pelajari jamu Foto: Angling Adhitya Purbaya


"Kalau buat pesawat kita belajar ke luar, kalau jamu mereka yang belajar ke sini," imbuhnya.

Irwan menegaskan dirinya tidak akan pelit soal ilmu bahkan 'dapur' pabriknya. Jika ada yang ingin mempelajari, Irwan akan mempersilahkan karena ia akan sangat senang jika ilmu tersebut bisa berguna lebih luas atau dikembangkan.

"Kerjasama ini sharing. Kalau mau kembangin di Prancis ya nggak apa-apa, mau dipakai pabrik ya nggak apa-apa. Kalau di Prancis bisa jadi penyembuh kanker ya bermanfaat. Jangan tiwas (terlanjur) disimpan suwi (lama) ternyata nggak manjur, kan nggak manfaat," terangnya.

Perusahaan jamu yang dipimpin Irwan, PT Sido Muncul juga telah bekerjasama dengan berbagai universitas untuk pengembangan kurikulum herbal. Terbaru, Sido Muncul bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang diwakili Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Slamet Sudi Santoso.

"Sido muncul tandatangan MoU dengan UMJ tujuannya kami sepakat kerjasama ini menghasilkan hasil-hasil penelitian dan penggunaan bahan baku bahan alami Indonesia digunakan untuk kesehatan," pungkas Irwan.

Baca juga: Bikin Jamu Sendiri Tak Susah, Begini Cara yang Benar

(alg/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit