Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Konsultasi Laktasi

Amankah Ibu Hamil Tetap Menyusui?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 15/02/2017 11:03 WIB
Amankah Ibu Hamil Tetap Menyusui?Foto: thinkstock
Jakarta, Dear dr Asti, saya sekarang sedang menyusui anak saya usia 9 bulan. Ini belum sempat pakai alat KB, saya postif hamil sudah 3 bulan. Selama ini saya tetap menyusui anak saya dan alhamdulillah tidak ada keluhan apa-apa, hanya saja produksi ASI agak berkurang, karena saya kerja jadi saya perah juga. Niatan saya tetap menyusui anak saya sampai dia 2 tahun.

Apakah aman untuk janin yang dalam kandungan, dan jika nanti lahir apakah kolostrum bisa disusukan ke adiknya baru lahir dengan kondisi saya tetap menyusui kakaknya.

Mohon penjelasan dari Dokter. Karena yang saya masih bimbang soal kolostrumnya nanti untuk adiknya yang baru lahir, apakah nanti dapat kolostrum atau tidak jika tetap menyusui kakaknya, Demikian terimakasih.

Vinis (Wanita, 34 tahun)

Jawaban

Dear Ibu Vinis,

Untuk masalah menyusui saat hamil atau NWP (Nursing While Pregnancy) maka perlu pemantauan rutin oleh dokter spesialis kandungan yang pro-ASI karena janin perlu dipantau ketat. Ada beberapa keadaan di mana sangat rentan menyusui saat hamil, di antaranya riwayat keguguran, flek, kelahiran premature, kontraksi dini, dan lain-lain. Jika dokter kandungan menyatakan tidak ada masalah, maka menyusui dapat terus dilanjutkan.

Namun seiring meningkatnya hormon kehamilan, maka produksi ASI akan semakin berkurang, sehingga kakak yang 9 bulan harus dipastikan mendapatkan MPASI yang baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Bila umur kakak sudah di atas 1 tahun, maka dapat diberikan susu segar bila ASI sudah sangat berkurang. Tidak perlu khawatir juga karena nanti sang adik tetap akan mendapat kolostrum, karena nanti siklus hormonal, produksi, dan komposisi ASI akan kembali mengikuti kebutuhan si adik yang baru lahir.

Untuk tandem nursing atau menyusui sang kakak dan adik dalam waktu yang sama, boleh saja dilakukan, namun harus sangat diperhatikan kecukupan ASI untuk sang adik, sehingga harus mengutamakan sang adik karena masih dalam masa ASI eksklusif, di mana ASI adalah satu-satunya asupan baginya. Untuk anak sulung Ibu yang nanti kira-kira berusia 15 bulan saat adik lahir, diharapkan sudah makan MPASI makanan keluarga dengan variasi, porsi, dan frekuensi yang baik, sehingga ASI bukan lagi asupan utama baginya, namun tetap sangat baik bila diberikan sampai 2 tahun.

Ibu bisa menerapkan aturan bahwa sang kakak boleh menetek bila si adik sudah betul-betul kenyang atau bila memungkinkan menetek berbarengan. Jangan sampai terjadi sang kakak mengosongkan payudara terlebih dulu, baru si adik mendapat sisanya di saat lagi lapar-laparnya. Bila memang sulit dan tidak kondusif, tidak mengapa bila kakak disapih dan dialihkan dengan minuman sehat lainnya, misal air putih, jus buah, atau susu segar. Namun perlu diingat pemberian susu segar tidak boleh terlalu banyak (cukup sekitar 250 cc per hari) agar tidak menggantikan MPASI yang seharusnya diberikan.

Jika Ibu memang memilih untuk tandem nursing, kami sarankan untuk rutin berkonsultasi dengan dokter laktasi agar dapat dikawal proses menyusuinya dengan baik, sehingga proses menyusui menjadi menyenangkan dan menenangkan, tidak hanya bagi anak-anak, namun juga seluruh anggota keluarga.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit