detikhealth

Ketika Olahraga Sudah Menjadi Candu

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 08/11/2015 08:00 WIB
Ketika Olahraga Sudah Menjadi CanduFoto: Thinkstock
Jakarta, Olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, keadaannya bisa berbahaya ketika olahraga sudah menjadi kecanduan. Sama seperti judi misalnya, saat seseorang sudah kecanduan olahraga, maka situasi terbalik di mana mereka sudah tidak bisa mengontrol keinginannya untuk berolahraga.

Psikolog olahraga Michaes Sachs, PhD dari Temple University menuturkan pada awalnya seseorang berhasil melakukan sesuatu untuk kesehatannya. Tapi, mereka justru dikontrol oleh sesuatu itu hingga hidupnya tak terkendali. Ketika berhenti olahraga, orang yang sudah kecanduan merasa tidak nyaman secara fisik maupun psikologi.

"Mereka merasa rindu untuk melakukannya. Bagi mereka yang sudah melakukannya secara intens dan berlebih di mana olahraga sudah menjadi sebuah kecanduan, tiba-tiba berhenti bisa membuatnya depresi, cemas secara intens, putus asa, dan mudah marah," tutur Sachs, dikutip dari Safe Bee pada Minggu (8/11/2015).

Salah satu orang yang pernah mengalami kecanduan ini adalah Katherine Schreiber yang menuangkan pengalamannya dalam buku 'The Truth about Exercise Addiction: Understanding the Dark Side of Thinspiration'. Schreiber mengatakan, saat mengalami kecanduan olahraga ia merasa bahagia ketika bisa melakukan banyak latihan.

Olahraga pun diungkapkan Schreiber mulai mengambil alih hidupnya. Ia selalu mementingkan olahraga ketimbang urusan lainnya. Bahkan ketika mengalami sakit dan luka pada bagian tubuhnya, Schreiber akan tetap berolahraga. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di gym dan saat itu ia merasa kekhawatirannya bisa hilang. Apalagi, kala itu Schreiber merasa apa yang dilakukannya semata demi mendapat tubuh yang sempurna.

Baca juga: Ini Bahayanya Jika Anda Kecanduan Fitnes

"Saya juga mengalami anoreksia, kondisi yang umum terjadi pada orang dengan kecanduan olahraga. Tapi setelah itu, banyak orang di sekitar yang mengatakan saya berubah dan seperti mengalami kecanduan olahraga. Berkat terapi, akhirnya saya bisa mengatasi kondisi ini," kenang Schreiber.

Sachs menuturkan, ketika seseorang sudah kecanduan olahraga, mereka cenderung akan mengutamakan olahraga ketimbang aktivitas lain, sama seperti orang kecanduan hal lainnya. Aktivitas sosial yang biasa dilakukan pun bisa terabaikan. Kemudian, setelah tidak olahraga saja sesekali, bukan hanya fisik yang terasa tidak nyaman, tetapi juga psikis.

"Situasi ini bisa muncul kemungkinan karena awalnya seseorang amat terobsesi untuk memiliki tubuh yang sempurna atau memiliki tubuh yang sehat. Sehingga ketika berhenti melakukannya, ia akan merasa bersalah dan ada yang kurang dalam hidupnya," kata Sachs.

Bagi mereka yang merasa sudah mulai kecanduan olahraga, Sachs menyarankan segeralah mencari bantuan pada terapis atau konselor untuk belajar mengendalikan keinginan berolahraganya. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) juga bisa dilakukan. Dengan terapi itu, Anda bisa mengidentifikasi perasaan negatif mana yang memicu perilaku adiksi Anda.

Anda juga bisa melakukan pemrogaman ulang untuk kegiatan olahraga, dengan melibatkan orang lain misalnya personal trainer. Amat disarankan untuk mengombinasikan olahraga dengan latihan lain seperti meditasi guna meredakan stres. Saat berolahraga, Scahs juga menganjurkan untuk mengajak teman saat berolahraga agar pikiran negatif tidak kembali muncul di benak Anda.

Baca juga: Nutrisi Terbaik Biar Tubuh Cepat Berotot

(rdn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit