detikhealth

Sekap 3 Wanita Selama 11 Tahun, Pria Ini Berdalih Sakit Kecanduan Seks

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 02/08/2013 16:34 WIB
Ariel Castro (Foto: Daily Republic)
Ohio, AS,

Coba bayangkan, kejahatan macam apa yang dilakukan seseorang sampai pantas dipenjara seumur hidup ditambah 1.000 tahun? Seorang pria asal Ohio, AS mendapat hukuman tersebut karena menculik dan menyandera 3 orang wanita 11 tahun lamanya.

Tak hanya itu, kesemua wanita tersebut dirampas hak asasinya, dianiaya, dan dipaksa melayani kebutuhan biologis penculiknya. Sang penjahat, Ariel Castro (53), berdalih bahwa tindakannya ini dilakukan karena dia mengalami penyakit mental, yaitu kecanduan seks.

"Saya bukan monster. Saya orang normal. Saya punya kecanduan. Saya sakit," kata Castro saat memohon keringanan hukuman kepada hakim seperti dilansir Medical Daily, Jumat (2/8/2013).

Namun pengadilan yang dipimpin Hakim Michael Russo tak bergeming, apalagi setelah mendengar pengakuan para korban. Salah satunya adalah Michelle Knight yang menghabiskan 11 tahun dikerangkeng di rumah Castro. Ketika diculik, anaknya masih berusia 2 tahun.

Ketika itu dia dibujuk untuk datang ke rumah Castro dengan iming-iming akan diberi boneka untuk bayinya. Knight yang kini berusia 32 tahun adalah wanita pertama yang diculik Castro pada tahun 2002. Dalam pengadilan, dia memberi kesaksian dengan emosional.

"Kau mengambil 11 tahun hidup saya. Saya menghabiskan 11 tahun di neraka, sekarang kau baru saja akan memulainya. Saya akan mengatasi semua yang telah terjadi, tetapi kau akan merasakan neraka selamanya," katanya berapi-api.

Dihadang hukuman penjara 1.000 tahun lebih, Castro bersikeras bahwa dia memiliki masalah. Dia mengaku bahwa dia adalah korban pelecehan seksual saat masih kanak-kanak dan penyakitnya ini berbeda dengan kecanduan alkohol atau narkoba, melainkan kecanduan seks dan pornografi.

Meski mengaku bersalah, Castro tidak merasa menyesal. Dia mengatakan bahwa dia tidak menyiksa korbannya, walau banyak orang percaya dia berbohong. Castro menggambarkan rumahnya tempat menyandera korban adalah tempat yang harmonis. Dia mengatakan tidak memaksa korbannya, bahkan mereka terlihat normal dan tidak apa-apa.

Namun penjelasan jaksa mengatakan sebaliknya. Buku harian milik salah seorang korban Castro menceritakan pengalamannya bak wanita tawanan perang. Bahkan agen FBI bernama Andrew Burke mengatakan, Castro menciptakan sistem alarm darurat serta merantai korbannya di dalam kamar yang digembok.

Jendela kamar tidur ditutup dari dalam dengan pintu yang berat sudah dihilangkan pegangannya, melainkan diganti dengan beberapa kunci. Rumah tersebut didesain sedemikian rupa sehingga lebih aman menyembunyikan para tawanan di dalam kamar.

Burke juga bersaksi bahwa Castro sesekali membayar korbannya setelah memperkosa mereka. Tapi dia kemudian akan meminta para tawanannya memberi uang jika ingin dibelikan sesuatu dari toko.

Seorang polisi yang membantu menyelamatkan korban Castro mengatakan bahwa salah satu wanita tersebut takut keluar dari kamar, bahkan setelah melihat petugas. Mereka tetap takut setelah dibawa keluar rumah, lalu menceritakan dengan rinci betapa mengerikannya pengalaman yang telah dilalui. Mereka kelaparan dan dipukuli.

"Mereka meneriakkan banyak hal. Mereka kurus, pucat dan ketakutan," kata perwira polisi Cleveland, Barb Johnson.

Castro ditangkap pada tanggal 6 Mei lalu. Dia menculik korbannya secara terpisah pada tahun 2002 dan 2004. Ketika itu para korbannya masih berusia 14, 16 dan 20 tahun. Menurut pengakuan korban, Castro berulang kali membiarkannya kelaparan dan memukuli tiap kali hamil, sehingga membuatnya keguguran 5 kali.

"Tidak ada tempat di kota ini, negara ini, tidak ada tempat di dunia ini bagi mereka yang memperbudak orang lain," kata hakim kepada Castro.

(pah/vit)

Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit