detikhealth

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Meregangkan Otot

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 19/03/2012 08:29 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Hampir semua olahraga atau latihan fisik yang banyak dilakukan menyertakan latihan peregangan. Namun, penelitian yang dilakukan ahli fisiologi dan epidemiologi dari George Institute for International Health menegaskan bahwa latihan membungkuk dan peregangan sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Robert Herbert, Ph.D., dan Marcos de Noronha, Ph.D. dari Universitas Sydney melakukan kajian terhadap 10 penelitian mengenai peregangan, baik yang dilakukan sebelum atau setelah berolahraga. Temuannya menyimpulkan bahwa peregangan tidak dapat mencegah nyeri otot setelah berolahraga.

Seperti dilansir about.com, Senin (19/3/2012), penelitian menemukan bahwa pemanasan tidak mempengaruhi rentang gerak. Tetapi jika pemanasan diikuti dengan peregangan, maka terjadi peningkatan rentang gerak. Banyak orang salah menafsirkan bahwa peregangan sebelum latihan bisa mencegah cedera, namun penelitian menunjukkan sebaliknya. Yang benar, pemanasan bisa mencegah cedera sedangkan peregangan tidak.

Jika pencegahan cedera adalah tujuan utamanya, maka peregangan sebelum latihan harus dibatasi dan waktu pemanasan harus ditingkatkan. Berapa lama dan berapa banyak peregangan yang optimal berbeda-beda menurut otot yang terlibat dalam berolahraga.

Peregangan sebaiknya dilakukan 30 detik saja
Jangka panjang efek peregangan terhadap gerakan dapat bertahan hingga enam minggu. Melakukan peregangan selama 30 detik per otot setiap hari akan menghasilkan jangkauan gerak yang lebih besar daripada peregangan selama 15 detik per otot setiap hari. Namun, penelitian tidak menemukan adanya tambahan jangkauan setelah peregangan selama 60 detik.

Cara melakukan peregangan
Setelah berolahraga, dinginkan otot dan lakukan peregangan hingga otot terasa sedikit tertarik tapi tidak terasa sakit. Ketika melakukan peregangan, otot akan rileks. Jika masih merasa sedikit tegang, peregangan dapat ditingkatkan lagi sampai merasakan sedikit tarikan yang sama. Tahan posisi ini sampai tidak merasakan peningkatan lagi. Jika teknik di atas tidak berpengaruh apa-apa, peregangan bisa dilakukan lebih lama sampai 60 detik.

Peregangan yang berbahaya dan yang aman
Peregangan biasa atau statis lebih mudah dilakukan dan memiliki hasil yang baik. Penelitian menunjukkan bahwa peregangan terus menerus tanpa istirahat mungkin lebih baik daripada melakukan peregangan yang diberi jeda istirahat. Namun beberapa penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan.

Kebanyakan ahli yakin bahwa teknik peregangan memantul atau balistik lebih berbahaya. Sebabnya, otot akan secara refleks melakukan kontraksi dan memendek begitu diregangkan dengan cepat. Kontraksi ini diyakini dapat meningkatkan risiko cedera.

Selain meningkatkan rentang gerakan, peregangan sering digunakan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Tapi nampaknya salah satu manfaat terbesar peregangan tidak dapat diukur, yaitu hanya membuat tubuh merasa lebih baik.


(pah/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit