detikhealth

Sunat Hilangkan 5 Bagian Penis yang Paling Sensitif?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Selasa, 23/11/2010 18:18 WIB
(Foto: thinkstock)
San Francisco, Selama ini telah banyak diketahui bahwa sunat memiliki banyak manfaat kesehatan bagi pria. Tapi meski bermanfaat buat kesehatan sebuah penelitian menemukan sunat justru menghilangkan lima bagian paling sensitif pada penis.

Sunat ketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan pria, terutama yang berhubungan dengan organ reproduksi, antara lain mengurangi risiko tertular HIV/AIDS, penyakit kelamin seperti herpes kelamin, HPV dan kanker penis.

Meski begitu, sebuah studi yang dilakukan National Organization of Circumcision Information Resources Center dan telah dipublikasi pada British Journal of Urology Internationaly, menemukan bahwa sunat dapat menghilangkan lima bagian paling sensitif terhadap sentuhan lembut pada penis.

Benarkah sunat menghilangkan bagian paling sensitif di penis?

"Ini adalah salah satu penelitian kecil dan hal itu bertentangan dengan penelitian lain. Kita juga tidak tahu banyak bagian mana dari penis yang lebih atau kurang peka," ujar Debby Herbenick, MPH, PhD, dosen kesehatan seksual Kinsey Institute for Research in Sex, Gender and Reproduction di Indiana University, seperti dilansir Menshealth, Selasa (23/11/2010).

Herbenick mengatakan, meskipun ada bagian penis yang lebih sensitif terhadap sentuhan lembut tapi hal tersebut belum tentu juga dapat dinikmati selama hubungan seks.

"Selama hubungan seksual, orang cenderung tidak menggunakan sentuhan lembut tetapi lebih dalam, dan bagian tubuh berbeda akan sensitif dengan cara yang berbeda pula," jelas Herbenick lebih lanjut.

Dan seperti dilansir CNN, hal yang sedang menuai banyak kritik saat ini adalah proposal hukum yang akan dibuat oleh negara bagian San Fransisco di AS. Proposal tersebut berisi larangan bagi pria untuk melakukan sunat atau khitan.

Bagi pria yang melanggar larangan tersebut bisa mendapat hukuman denda (tidak lebih dari 1.000 dolar) atau yang lebih parah mendapat hukuman penjara (tidak lebih dari 1 tahun). Proposal tersebut bahkan tidak mengizinkan laki-laki sunat meski dengan alasan agama.

Alasan pelarangan sunat ini juga menuai kontroversi karena mengatakan sunat adalah salah satu jenis mutilasi yang dapat merusak penis dan juga menyebabkan komplikasi dan nyeri pada penis. Alasan ini dinilai mengada-ada, karena banyak penelitian justru mengungkap manfaat sunat yang lebih besar daripada kerugiannya. Sunat telah terbukti dapat mengurangi berbagai infeksi menular seksual.(mer/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit