detikhealth

Cara Memeriksa Denyut Jantung Sendiri

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 03/05/2010 15:15 WIB
Cara Memeriksa Denyut Jantung SendiriIlustrasi (Foto: mayoclinic)
Jakarta, Mengetahui perubahan denyut jantung sangat penting agar tahu masalah jantung sejak dini. Tak hanya dengan menggunakan peralatan khusus, memeriksa denyut jantung juga bisa dilakukan sendiri tanpa menggunakan alat.

Denyut jantung adalah jumlah detak jantung per satuan waktu, biasanya dinyatakan dengan denyut per menit (beats per minute atau bpm).

Denyut jantung dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk perubahan oksigen, seperti selama latihan atau tidur.

Pengukuran denyut jantung biasanya digunakan oleh para profesional medis untuk membantu dalam diagnosis dan pemantauan kondisi medis. Tapi Anda juga bisa melakukan pemeriksaan denyut jantung sendiri tanpa harus menggunakan peralatan medis khusus.

Seperti dilansir dari Ehow, Senin (3/5/2010), berikut cara memeriksa denyut jantung tanpa menggunakan peralatan khusus:

1. Gunakan jari untuk menemukan denyut nadi
Gunakan 2 jari atau 3 jari, yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis untuk menemukan denyut nadi Anda. Tapi jangan gunakan ibu jari karena ibu jari memiliki denyut sendiri.

Pemeriksaan bisa dilakukan pada pergelangan tangan (denyut radial) dan di leher (denyut nadi karotis).

Pada pergelangan tangan, gunakan bantalan 3 jari yaitu telunjuk, tengah dan jari manis. Tempat yang ideal adalah di bawah lipatan pergelangan tangan di pangkal jempol. Tekan ringan sampai Anda menemukan denyut nadi (darah berdenyut di bawah jari). Jika perlu, gerakkan jari-jari hingga Anda menemukan denyut yang paling kencang.

Pada leher cukup gunakan dua jari, telunjuk dan jari tengah. Tempat yang ideal adalah sekitar satu inci ke sisi tengah tenggorokan, tepat di tempat leher dan dagu bertemu.

2. Periksa dan merekam tingkat, kekuatan dan ritme
Gunakan jam atau arloji di tangan yang lain. Hitung dan catat berapa banyak denyut yang terjadi dalam 10 detik.

3. Dikalikan 6

Denyut jantung adalah jumlah denyut per satuan menit. Maka jumlah denyut selama 10 detik dikalikan dengan angka 6 (60 detik sama dengan 1 menit). Hasilnya merupakan denyut jantung Anda.

Denyut jantung lambat

Denyut jantung normal saat istirahat untuk individu dewasa berkisar 60-100 kali per menit. Bila seseorang memiliki denyut jantung di bawah itu, dokter akan mendiagnosanya dengan bradikardia (denyut jantung lambat).

Detak jantung lambat terkadang biasa dan bisa menjadi tanda seseorang sangat fit. Dewasa muda sehat dan atlet sering kali memiliki denyut jantung kurang dari 60 kali per menit.

Tapi bagi orang lain, detak jantung lambat bisa jadi tanda adanya masalah dengan 'sistem listrik' jantung. Ini menandakan alat pacu jantung tidak berfungsi dengan benar atau 'jalur listrik' jantung terganggu.

Bradikardia
yang parah dengan jantung yang berdetak begitu lambat, sehingga darah yang dipompa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, dapat mengancam jiwa.

Seperti dilasir dari WebMD, Bradikardia dapat disebabkan oleh:

  1. Perubahan di jantung yang merupakan hasil penuaan.
  2. Penyakit yang merusak sistem kelistrikan jantung. Ini termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan infeksi seperti endokarditis dan miokarditis.
  3. Kondisi yang dapat memperlambat impuls listrik di jantung. Contohnya memiliki tingkat tiroid rendah (hipotiroidisme) atau ketidakseimbangan elektrolit, seperti terlalu banyak kalium dalam darah.
  4. Efek samping obat untuk mengobati masalah jantung atau tinggi tekanan darah.

Detak jantung cepat


Denyut jantung yang lebih cepat dan mencapat 100 kali lebih didiagnosa dengan takikardia (denyut jantung cepat).

Kebanyakan orang mengalami denyut jantung cepat sementara atau takikardia sinus, sebagai respons normal terhadap kegembiraan, kecemasan, stres, mengonsumsi kafein atau olahraga.

Tapi jika takikardia terjadi pada saat istirahat atau tanpa sebab logis, maka dianggap abnormal. Biasanya detak jantung cepat terjadi pada orang dengan penyakit tiroid, demam, atau efek dari obat-obatan tertentu (terutama asma dan obat alergi).

Pada beberapa kasus, takikardia tidak menimbulkan gejala atau komplikasi. Namun, takikardia serius dapat mengganggu fungsi jantung normal, meningkatkan risiko stroke, atau menyebabkan gagal jantung atau kematian mendadak.

Maka sebaiknya sering-seringlah memeriksa denyut jantung Anda sendiri, untuk mengetahui berbagai masalah jantung secara dini.

(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit