
-
Kamis 09/02/2012 18:55 WIB
Pria Ternyata Bisa Orgasme Berkali-kali Seperti Wanita -
Kamis 09/02/2012 17:03 WIB
Adakah Dampaknya Minum Pil Inex untuk Bercinta? -
Kamis 09/02/2012 17:58 WIB
Nyetir Jangan Seperti Pembalap, Nanti Saraf Gampang Kejepit -
Kamis 09/02/2012 18:26 WIB
Orang Republik yang Kolot Gampang Orgasme daripada Demokrat -
Kamis 09/02/2012 14:15 WIB
Kemana Perginya Gairah Seks Saya? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 857.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
It’s Really Or Not
Merawat adalah masalah kulit yang paling umum. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan diri.
-
STOP Minum Air Mineral Dalam Kemasan!
ada cartinogen dalam plastik itu yang kalau kita konsumsi itu mengancam kita, bahaya bagi kesehatan manusia
» Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:19 WIB
Benarkah Bercinta Dalam Air Tidak Bikin Hamil?
Posted : botenzorgArtikel terkait :
- Penyakit yang Bisa Memicu Impotensi
- Menata Kolesterol, Mencegah Stroke
- Saat Diabetes Menyerang Saraf
- Kenali Gejala Stroke dengan 'Senyum, Gerak, dan Bicara'
Info Penyakit :
Info Obat :
Gawat, Virus Flu Burung di Indonesia Sudah Bermutasi
Nurul Ulfah - detikHealth
Ni Luh Putu Indi D (detikHealth)
Alhasil, Avian Influenza mulai terlupakan. Padahal tanpa banyak orang tahu, telah terjadi mutasi pada virus flu burung di Indonesia. Menariknya adalah virus yang mengalami mutasi berasal dari unggas yang rutin diberi vaksin.
Dengan adanya mutasi ini ditakutkan efek dan penanganannya harus berbeda lagi pada manusia. Penanganan vaksin sebelumnya sudah terbukti tidak mempan lagi pada unggas.
Hal tersebut dipaparkan oleh drh. Ni Luh Putu Indi Dharmayanti, MSi dalam sidang disertasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ketika ditemui detikhealth, Selasa (22/12/2009), di FKUI Salemba Jakarta.
Menurut dokter hewan yang meraih gelar doktornya dengan IPK 3,97 tersebut, jika Indonesia masih menggunakan strategi vaksin lama untuk menangani flu burung maka harus ada evaluasi dan up date vaksin tersebut secara rutin minimal setiap 2 tahun sekali.
"Kebijakan pemerintah harus dievaluasi terutama di sektor peternakan karena dari sektor itulah virus berasal dan bermutasi," kata doktor kelahiran Banyuwangi 1972. Indi saat ini bekerja sebagai peneliti muda di Departemen Virologi Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor.
Dalam studinya, Indi mengisolasi 20 virus Avian Influenza (AI) subtipe H5N1 asal unggas yang berasal dari tahun 2003 hingga 2008, baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin.
Hasil isolasi tersebut menunjukkan bahwa unggas yang divaksin justru mengalami mutasi sekitar 6-7 persen setiap tahunnya. Studi yang dilakukan Dr Indi juga menunjukkan 62,58 persen virus AI asal Indonesia mengalami mutasi pada proteinnya.
Virus-virus AI yang muncul pada tahun 2007-2008 pun diketahui lebih resisten terhadap amantadin dibanding virus pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan vaksin yang ada di Indonesia selama ini kurang tepat.
"Kebijakan pemerintah Indonesia yang menggunakan vaksin isolat lokal kemudian beralih menjadi H5N2 dalam menanggulangi AI pada unggas sebaiknya dikaji ulang," kritik doktor yang pernah mendapatkan penghargaan dari Microbiology Indonesia Society sebagai The 2nd Best Paper Award 2009.
Penggunaan vaksinasi sebagai salah satu dari sembilan strategi pengendalian penyakit flu burung di sektor peternakan ternyata menghadapi berbagai kendala. Konsekuensinya adalah risiko munculnya virus baru karena tekanan imunologis akibat vaksinasi.
Diharapkan dengan adanya studi ini, pemerintah bisa lebih perhatian lagi terhadap monitoring dan update vaksin Avian Influenza. Karena jika terus bermutasi kemungkinan akan menghasilkan virus yang lebih ganas dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit.
"Para pengambil kebijakan di atas sebaiknya mendengarkan ilmuwan dan jangan banyak bermain politik saja. Saya tahu jatuh bangunnya istri saya dalam menyelesaikan studi ini. Tapi saya bangga karena istri saya bisa memberi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk Indonesia," kata sang suami yang merupakan sarjana peternakan, Sutanto Arso Birowo, SPt.
Indi yang juga seorang ibu dari satu orang anak ini mendapatkan hadiah gelar doktornya tepat di hari ibu. Prestasi yang ia capai menandakan bahwa seorang ibu selain bisa mengurus suami dan anak-anaknya, juga bisa menyumbangkan ilmunya untuk kemajuan ban
(fah/ir)
BACA JUGA :

_4.gif)

---125x125.gif)





