-
Kamis 09/02/2012 18:55 WIB
Pria Ternyata Bisa Orgasme Berkali-kali Seperti Wanita -
Kamis 09/02/2012 17:03 WIB
Adakah Dampaknya Minum Pil Inex untuk Bercinta? -
Kamis 09/02/2012 17:58 WIB
Nyetir Jangan Seperti Pembalap, Nanti Saraf Gampang Kejepit -
Jumat 03/02/2012 16:17 WIB
Istri yang Selalu Kegelian Saat Berhubungan Intim -
Kamis 09/02/2012 17:25 WIB
Kenapa Anak Lebih Gampang Kena Batuk Saat Musim Hujan? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 857.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
It’s Really Or Not
Merawat adalah masalah kulit yang paling umum. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan diri.
-
STOP Minum Air Mineral Dalam Kemasan!
ada cartinogen dalam plastik itu yang kalau kita konsumsi itu mengancam kita, bahaya bagi kesehatan manusia
» Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:19 WIB
Benarkah Bercinta Dalam Air Tidak Bikin Hamil?
Posted : botenzorgArtikel terkait :
- Bunyi-bunyian Saat Tidur Bisa Kuatkan Ingatan
- Keramik untuk Mengganti Tulang Tengkorak yang Rusak
- Pengobatan Baru untuk Jantung Koroner
- Waktu Kritis Serangan Jantung
Info Penyakit :
Info Obat :
Batuk Tak Kunjung Sembuh Curigai PPOK
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: abcnews)
Penyebabnya adalah inflamasi paru akibat paparan gas berbahaya, rokok, asap polusi atau pembakaran. Gejalanya yaitu sesak nafas, batuk kronik, aktivitas memburuk, dan kondisi paru-paru yang abnormal (menggembung). Menurut WHO, PPOK menduduki urutan ke-5 penyebab kematian.
"Penyakit ini dapat dicegah dan diobati, tapi tidak bisa disembuhkan. Dokter hanya bisa menolong, bukan menyembuhkan," ujar Prof dr Hadiarto Mangunnegoro, SpP(K), FCCP, dalam acara seminar 'Jangan Sepelekan PPOK' di Rumah Sakit Asri, Jakarta, Sabtu (21/11/2009).
Menurut Prof Hadiarto, pemicu utama PPOK adalah rokok. "Jadi kalau nggak mau kena penyakit ini, kebiasaan pertama yang harus dihilangkan adalah rokok, kedua rokok, ketiga juga rokok," ujar Hadiarto.
PPOK akan semakin parah kalau faktor-faktor penyebabnya tadi berada di ruang tertutup, seperti dalam ruangan. "Makanya itu kenapa orang-orang sekarang yang kena PPOK jauh lebih tinggi jumlahnya dibanding zaman dulu, itu karena orang sekarang lebih banyak tinggal di apartemen, selain karena polusi yang tinggi, terutam di Jakarta" ujarnya.
Asal tahu saja, meski penyebab utama PPOK adalah rokok, tapi orang yang tidak merokok pun bisa terkena. "Saya pernah punya pasien PPOK, dia tidak merokok dan lingkungan sekitarnya pun bebas dari asap rokok, tapi kenapa dia bisa kena? Setelah ditanya-tanya, ternyata dia punya kebiasaan membakar daun," tutur Hadiarto.
Orang yang terkena asap rokok atau perokok pasif pun bisa terkena. "Tapi nggak bener kalau ada yang bilang perokok pasif itu lebih parah dari perokok aktif," ujar Hadiarto.
PPOK adalah salah satu penyakit kelainan paru yang bisa mengakibakan gagal jantung.
"Paru sangat berkaitan erat dengan jantung. Kerja paru dan jantung selalu bersamaan, bagai angka 8 dimana salah satu lingkaran adalah aliran paru sementara lingkaran lainnya adalah aliran jantung yang berkesinambungan," jelas Kasim.
Untuk pengobatannya, yang terpenting adalah mengontrol penyebabnya. "Kadang diperlukan obat pengencer dahak, alat pembantu oksigen, obat hisap atau pemberian kortikosteroid kalau sudah parah," ujar Kasim.
Selain itu, gaya hidup dan lingkungan yang sehat juga bisa mencegah penyakit ini. "Berhenti merokok, ciptakan udara bersih di rumah, hindari asap dan debu kendaraan, jangan memasang obat nyamuk bakar dalam tempat tidur, jaga kebugaran dengan latihan jalan, olahraga dan makan makanan sehat," saran Hardiato.
"Jangan mentang-mentang sudah tua jadi nggak mau olahraga dan kerjaannya cuma baca koran, nonton TV atau tidur-tiduran. Bisa-bisa nanti nggak bangun-bangun lagi," katanya.
Satu saran lagi dari Hadiarto adalah merokoklah di waktu tua, jangan waktu muda. "Kalau mau merokok, mulailah pada usia 60 tahun, karena udah nggak ada gunanya lagi hidupnya. Itu kenikmatan satu-satunya sebelum kembali ke tanah," ujarnya sambil menyindir perokok.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer
_4.gif)

---125x125.gif)





