-
Jumat 10/02/2012 10:59 WIB
3 Bersaudara Takut Tak Bisa Menikah Akibat Sindrom Serigala -
Rabu 28/12/2011 15:12 WIB
10 Makanan Pemicu Serangan Jantung dan Alternatif Penggantinya -
Jumat 10/02/2012 11:30 WIB
Mengapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus? -
Jumat 10/02/2012 10:38 WIB
Perut Jadi 'Pantat' Karena Insulin Disuntik Terus di Satu Tempat -
Jumat 10/02/2012 09:58 WIB
Takut Kanker Rahim Karena Haid Tidak Lancar - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 1,408.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Penyakit Paling Berbahaya
"Dalam tubuh manusia ada segumpal darah, bila darah itu sakit maka sakit pula seluruh tubuh, segumpal darah tersebut adalah hati “
-
STOP Minum Air Mineral Dalam Kemasan!
ada cartinogen dalam plastik itu yang kalau kita konsumsi itu mengancam kita, bahaya bagi kesehatan manusia
» Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:19 WIB
Benarkah Bercinta Dalam Air Tidak Bikin Hamil?
Posted : botenzorgArtikel terkait :
- Keramik untuk Mengganti Tulang Tengkorak yang Rusak
- Pengobatan Baru untuk Jantung Koroner
- Waktu Kritis Serangan Jantung
- Menanam Bra di Dalam Dada untuk Menaikkan Payudara
Info Penyakit :
Info Obat :
Diabetes Ekstrem Membelenggu si Gadis Lincah
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: dailymail)
Remaja seusia Alice seharusnya sedang menikmati masa-masa kuliah dan bermain dengan teman-temannya. Namun jika dia berusaha keluar satu malam saja itu bisa membunuhnya. Kondisi ini membingungkan dokter di seluruh dunia. Bentuk diabetes yang diderita Alice cenderung ekstrem yang membuatnya harus mendapatkan perawatan tiap jam dan pemantauan sepanjang waktu.
Selama di rumah sakit insulin dipompa ke dalam tubuh Alice untuk mengontrol diabetes dan menyelamatkan hidupnya agar tidak bertambah buruk. Alice sendiri sudah berada di rumah sakit selama 2,5 tahun. Pada usia 16 tahun Alice adalah gadis remaja yang normal dan sehat hingga suatu saat dirinya merasa lemah dan lesu. Hasil tes darah menunjukkan suatu kondisi yang unik.
"Kondisi saya adalah salah satu bagian dari hidup. Tidak ada yang tahu apakah saya bisa keluar dari rumah sakit atau tidak, bisa saja saya menghabiskan sisa hidup saya disini. Dan itu adalah pikiran yang paling mengerikan," ujar Alice, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (20/11/2009).
Alice didiagnosis menderita diabetes tipe 1 pada 7 Juni 2006 dan dengan cepat mengubah hidupnya menjadi seperti itu. "Saya diberitahu bahwa keadaannya sangat serius dan harus segera dirawat. Saya merasa linglung dan dengan kaki gemetar berusaha untuk merenungkan masa depan apa yang harus saya jalani serta bagaimana hal ini bisa mengubah hidup saya," tambahnya.
Kini terdapat infus sentral yang langsung masuk ke hati Alice dan ada tabung yang mengelola insulin secara langsung. Tapi karena sistem kekebalan tubuhnya sudah lemah, maka kemungkinan terjadi infeksi sangat tinggi. Dan Alice sudah terdiagnosis endokarditis yaitu suatu infeksi katup jantung.
Tidak ada satupun dokter yang mengetahui dengan pasti apa yang salah dalam tubuh Alice. Serangkaian tes darah yang dilakukan sejak Maret 2007 dan telah dikirim ke hampir seluruh dunia, tapi hasilnya benar-benar menunjukkan suatu hal yang unik dimana tingkat antibodi dalam tubuhnya seperti meroket.
Kadar insulin dalam tubuhnya tinggi, padahal untuk orang normal kadarnya antara 0 sampai 120 milligram. Insulin ini terikat dengan antibodi yang disimpan dan sesaat kemudian dilepaskan kembali, sehingga menyebabkan gula darahnya turun. Tetesan dekstrosa yang dimasukkan lewat intravena berfungsi untuk mempertahankan tingkat gula darahnya.
Berbagai obat-obatan dipompa ke dalam tubuh Alice dengan harapan agar antibodi yang berbahaya tersebut pergi dari tubuhnya. Usaha ini perlahan-lahan mulai berhasil, tapi kondisi Alice tetap sama dan kini sistem kekebalan tubuhnya seperti bayi yang baru lahir.
"Saya belum pernah mendapatkan kasus yang seperti ini dan kondisi Alice benar-benar unik," ujar Dr Phillip Holland, dokter yang merawat Alice di Leeds General Infirmary. Phillip berharap antibodi berbahaya yang ada dalam tubuhnya bisa pergi jauh dan Alice dapat hidup normal.
Badan amal Rays of Sunshine pernah mengajak Alice dan anak-anak yang sakit lainnya untuk menonton film Lion King. Dari sana Alice merasa terinspirasi oleh pengalaman dan perjuangan anak-anak sakit lainnya.
"Berada dua tahun di rumah sakit membuat saya menyadari bahwa selalu ada orang yang lebih buruk dari kita. Saya telah bertemu dengan banyak anak-anak yang sakit dan sayangnya tidak semua dari mereka selamat. Ini membuat saya merasa bersyukur atas semua dukungan yang saya terima," ungkap Alice.
Alice mengungkapkan menjadi sakit terkadang membuat orang menjadi lebih baik, menghargai apa yang dimilikinya dan menikmati segala hal-hal sederhana yang mungkin tidak berarti jika dirinya sehat. Setiap orang tidak memiliki kesempatan untuk memilih apa yang harus terjadi dalam hidup tapi manusia bisa memiliki pilihan untuk membuat perbedaan.
"Saya berharap suatu saat nanti bisa hidup normal, tapi Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Jadi saya hanya berusaha untuk selalu menikmati hidup seakan-akan itu adalah hari terakhir saya," tambahnya.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer
_4.gif)

---125x125.gif)





