-
Kamis 09/02/2012 18:55 WIB
Pria Ternyata Bisa Orgasme Berkali-kali Seperti Wanita -
Kamis 09/02/2012 17:03 WIB
Adakah Dampaknya Minum Pil Inex untuk Bercinta? -
Kamis 09/02/2012 17:58 WIB
Nyetir Jangan Seperti Pembalap, Nanti Saraf Gampang Kejepit -
Jumat 03/02/2012 16:17 WIB
Istri yang Selalu Kegelian Saat Berhubungan Intim -
Kamis 09/02/2012 17:25 WIB
Kenapa Anak Lebih Gampang Kena Batuk Saat Musim Hujan? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 857.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
It’s Really Or Not
Merawat adalah masalah kulit yang paling umum. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan diri.
-
STOP Minum Air Mineral Dalam Kemasan!
ada cartinogen dalam plastik itu yang kalau kita konsumsi itu mengancam kita, bahaya bagi kesehatan manusia
» Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:19 WIB
Benarkah Bercinta Dalam Air Tidak Bikin Hamil?
Posted : botenzorgArtikel terkait :
- Sakit Pinggang Jangan Dibiarkan
- Apa yang Orang Pikirkan Ketika Mandi?
- Ini Dia Pemicu Serangan Jantung
- Rahasia Yang Disimpan Pria dari Pasangannya
Info Penyakit :
Info Obat :
Masih Perlukah Melakukan Diet Detoks?
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: abcnews)
Para ahli mengatakan sebenarnya tidak perlu melakukan diet yang ekstrim untuk membersihkan diri dari racun karena justru bisa menimbulkan efek yang tidak menyehatkan.
Ide untuk melakukan detoksifkasi atau membersihkan tubuh dari racun dari dalam tubuh, mengurangi lemak dan mendorong sistem imun manusia memang kini makin digemari sebagai. Tidak ada hal yang salah untuk melakukannya asal tidak terlalu berlebihan yang justru bisa membahayakan diri sendiri.
Yang perlu dikhawatirkan dalam melakukan diet detoks adalah adanya kemungkinan risiko akibat terlalu lama puasa dan berulang-ulang yang membuat kekurangan vitamin, gangguan otot dan masalah gula darah bahkan bisa juga terjadi masalah dengan sistem pencernaan.
"Puasa yang jangka panjang bisa memicu gangguan otot dan kekurangan berbagai nutrisi," ujar Lona Sandon, juru bicara dari American Dietetic Association, seperti dikutip dari MSN, Rabu (5/8/2009).
"Tubuh yang kekurangan vitamin dan mineral yang didapatkan dari makanan justru bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan peradangan," tambahnya.
Diet detoks yang terlalu ekstrim juga bisa mempengaruhi gula darah, kadar potasium dan sodium dalam tubuh. Para ahli mengatakan sebaiknya orang yang menderita diabetes, penyakit ginjal, jantung, wanita yang hamil serta anak-anak, remaja ataupun orang tua yang memiliki kondisi pencernaan tertentu sebaiknya tidak melakukan diet detoks.
"Tubuh manusia secara sempurna sudah bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh," ujar Dr. Nasir Moloo, seorang gastroenterologi dari Capitol Gastroenterology Consultants Medical Group di Sacramento. "Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tipe diet ini penting atau sangat membantu," ujanya.
Walaupun ada kondisi medis yang bisa mengganggu fungsi organ dan mencegah tubuh untuk mengeluarkan racun, tapi intinya pada orang yang sehat tubuhnya bisa membangun sistem detoksifikasi sendiri. Sehingga tidak perlu lagi melakukan diet yang ekstrim untuk membersihkan diri dari racun.
Jika dilakukan dengan benar orang yang melakukan diet detoks akan merasa lebih langsing dan lebih berenergi. Tapi jika terlalu ekstrim melakukannya tubuh akan merasa lesu dan tidak bisa fokus, karena biasanya makanan yang dikonsumsi hanya sedikit mengandung protein dan membuat tubuh sulit untuk membangun jaringan otot yang hilang.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer
_4.gif)

---125x125.gif)





