
-
Kamis 09/02/2012 18:55 WIB
Pria Ternyata Bisa Orgasme Berkali-kali Seperti Wanita -
Kamis 09/02/2012 17:03 WIB
Adakah Dampaknya Minum Pil Inex untuk Bercinta? -
Kamis 09/02/2012 14:15 WIB
Kemana Perginya Gairah Seks Saya? -
Kamis 09/02/2012 17:58 WIB
Nyetir Jangan Seperti Pembalap, Nanti Saraf Gampang Kejepit -
Kamis 09/02/2012 18:26 WIB
Orang Republik yang Kolot Gampang Orgasme daripada Demokrat - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,408.000
-
Rp 600.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
It’s Really Or Not
Merawat adalah masalah kulit yang paling umum. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan diri.
-
STOP Minum Air Mineral Dalam Kemasan!
ada cartinogen dalam plastik itu yang kalau kita konsumsi itu mengancam kita, bahaya bagi kesehatan manusia
» Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:19 WIB
Benarkah Bercinta Dalam Air Tidak Bikin Hamil?
Posted : botenzorgArtikel terkait :
- Mengurangi Nyeri Saat Persalinan
- 9 Cara Membuat Anak Pintar
- Waspadai Leukemia dan Retinoblastoma Pada Anak
- Bayi Tidur Telentang Aman dari Kematian Mendadak
Info Penyakit :
Info Obat :
Plus Minus Persalinan Dalam Air
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: z.about)
Waterbirth adalah proses melahirkan di dalam air, pada proses tersebut ibu yang akan melahirkan berendam dalam suatu bak berisi air hangat yang steril hingga melahirkan. Air dipercaya memiliki efek pengobatan dan dapat memperpanjang kehidupan.
"Air mempengaruhi efek gravitasi, dimana dengan adanya perbedaan berat jenis antara manusia dengan air, maka tubuh manusia akan merasa lebih ringan bila berada di air," ujar Dr. med. dr. Damar Pramusinto, SpOG(K), dalam acara seminar Persalinan Tanpa Nyeri Persalinan Nyaman di Aula FK-UI, Jakarta.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melahirkan di air tidak memberikan efek luaran yang berbeda dengan melahirkan di darat. Berendam di air juga menjadi cara yang aman untuk mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah.
"Air hangat yang digunakan akan membuat otot-otot menjadi lebih rileks dan nyeri akan terasa berkurang," tambahnya. Air hangat juga akan membuat pembuluh darah melebar dan meningkatkan hantaran saraf, metabolisme jaringan setempat, dan meningkatkan suhu jaringan.
Persalinan di air yang didampingi dengan tenaga kesehatan akan menurunkan keperluan intervensi obstetri dan merupakan alternatif strategi mengatasi nyeri. Untuk persalinan normal, berendam dalam air akan mengurangi pemberian analgesia dan meningkatkan kepuasan.
"Peningkatan rasa nyaman pada sang ibu akan membuat rasa cemas berkurang dan mengurangi produksi hormon stres (katekolamin dan noradrenalin), dan meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin sehingga persalinan menjadi lebih lancar," ungkap dokter yang juga sebagai Staf Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM.
Tapi risiko yang bisa dihadapi jika melakukan persalinan di air adalah terjadi peningkatan risiko infeksi, sulit untuk mengontrol jumlah darah yang hilang, memonitor janin lebih longgar dan kadang kontraksi menjadi tidak efektif.
Sementara pada bayi memiliki risiko seperti aspirasi air (air masuk ke paru-paru), hipoksia (kekurangan oksigen), peningkatan infeksi, dan keterlambatan pertolongan bila terjadi sesuatu yang gawat pada janin. Pada proses ini juga boros dalam penggunaan air.
Dr. Damar juga mengingatkan, ibu yang ingin melahirkan di air sebaiknya kehamilannya adalah kehamilan tunggal. Ibu tidak memiliki kontraindikasi untuk melahirkan di air, pastikan bahwa janin sejahtera, dan tidak punya riwayat melahirkan secara cesar.
Saat melahirkan di air ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
- Ibu harus cukup minum supaya tidak dehidrasi.
- Temperatur air antara 35-38 derajat Celcius, supaya tetap nyaman, mencegah dehidrasi, dan pemanasan berlebih.
- Harus ada yang mengawasi selama ibu berada di bak.
- Bila ibu berendam lebih dari 2 jam, efisiensi kontraksi dapat berkurang.
- Bokong dapat diangkat dari air untuk mendengarkan denyut jantung janin atau untuk pemeriksaan persalinan.
- Penolong harus menggunakan pelindung diri yang memenuhi syarat untuk mencegah infeksi.
- Setelah bayi lahir, segera dibawa ke permukaan.
Sebelum memutuskan untuk melakukan persalinan di air, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah ibu memenuhi syarat untuk melakukannya. Pastikan bahwa bak yang akan digunakan benar-benar steril dan terawat serta menggunakan air mengalir.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer

_4.gif)

---125x125.gif)





