detikhealth

CAPD Alternatif untuk Pengobatan Ginjal kronik

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 13/07/2009 09:42 WIB
CAPD Alternatif untuk Pengobatan Ginjal kronik(Foto: the star)
Jakarta, Penderita gagal ginjal atau penyakit ginjal kronik umumnya melakukan pengobatan dengan cuci darah (hemodialisis) atau melalui operasi transplantasi ginjal. Kini, ada pilihan alternartif untuk pengobatan penyakit ginjal kronik dengan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis).

Penyakit ginjal kronik biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko seperti diabetes, penyakit imunitas, penyakit darah tinggi (hipertensi), infeksi, ada batu ginjal dan penggunaan obat anti sakit.

"Untuk terapi pengganti ginjal bisa dilakukan hemodialisis (HD) yaitu cuci darah dengan menggunakan mesin di rumah sakit, CAPD (Continuous Ambulatory peritoneal Dialysis) yaitu cuci darah melalui perut yang bisa dilakukan di rumah dan transplantasi ginjal," ujar Dr. Tunggul Situmorang, Direktur Ketua RS PGI Cikini, pada acara Sahabat Ginjal Kalbe di TMII, 11 Juli 2009.

Dr Tunggul mengatakan penderita yang mengalami penurunan fungsi ginjal berat atau fungsi ginjal hanya 15-29% maka dia harus mempersiapkan terapi pengganti ginjal.

Sedangkan jika fungsi ginjal kurang dari 15% maka sudah dikatakan mengalami gagal ginjal dan harus melakukan dialysis (cuci darah) untuk mempertahankan hidup dan menghindari yang lebih buruk lagi.

Pada proses CAPD sebelumnya dibuat akses sebagai tempat keluar masuknya cairan dialisat. Akses ini berupa kateter yang ditanam di dalam rongga perut dengan pembedahan. Posisi kateter yaitu sedikit di bawah pusar dan lokasi dimana sebagian kateter muncul dari dalam perut disebut exit site.

Proses CAPD melalui 3 tahap yaitu tahap mengeluarkan cairan dialisat yang sudah mengandung zat-zat racun dan kelebihan air dari rongga perut, tahap kedua mengalirkan cairan dialisat yang baru ke dalam rongga perut melalui kateter dan tahap terakhir cairan dialisat dibiarkan ke dalam rongga perut selama 4-6 jam .

CAPD ini bisa dilakukan di rumah sebanyak 4 kali sehari. Pasien ginjal tidak perlu ke rumah sakit untuk melakukannya. Proses ini tidak sakit dan hanya membutuhkan waktu 30 menit.

"Dengan terapi CAPD pembatasan dietnya hanya sedikit sehingga tidak terlalu membatasi makanan yang bisa dikonsumsi, dan merasa lebih sehat yang membuat kita tidak seperti orang yang sakit ginjal," ujar Erda, pasien RSCM yang sudah 5 tahun menjalani terapi CAPD.

Menurut Dr Tunggul, di seluruh dunia terdapat 120 ribu pasien gagal ginjal yang menggunakan terapi CAPD. "Dengan melakukan terapi pengganti ginjal maka fungsi endokrin tetap terpelihara, berperan mengeluarkan racun, menjaga jumlah cairan, dan bisa menjaga kualitas hidup pasien gagal ginjal," tutur Dr Tunggul.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit